Rabu, 16 Maret 2016

Penerjemahan Berbantuan Komputer-CHILDHOOD DEPRESSION


Source Text
Machine Target (Google Translate)
Target Text

CHILDHOOD DEPRESSION

                “Nobody likes me” is a common complaint in middle childhood, when children tend to be popularity-conscious. But when these words were addressed to a school principal by an 8-year-old boy in Florida whose classmates had accused him of stealing from the teacher’s purse, it was a danger signal. The boy vowed that he would never return to school- and he never did. Two days later, he hanged himself by a belt from the top rail of his bunk bed.
               

            

               Fortunately, depressed children rarely go to such length, though suicide among young people is on the increase. How can we tell the difference between a harmless period of the “blues” (which we all experience at times) and a major affective disorder-that is a disorder of mood? The basic symptoms of an affective disorder are similar from childhood through adulthood, but some features are age-specific (DSM III-R,1987).
               

    
       Friendlessness is only one sign of childhood depression. This disorder is also characterized by inability to have fun or to concentrate, and by an absence of normal emotional reactions. Depressed children are frequently tired, extremely active, or inactive. They walk very little, cry a great deal, have trouble concentrating, sleep too much or too little, lose their appetite, start doing poorly in school, look unhappy, complain of physical ailments, feel overwhelmingly guilty, suffer severe separation anxiety (which may take the form of school phobia), or think often about death or suicide. Any four or five of these symptoms may support a diagnosis of depression, especially when they represent a marked change from the child’s usual pattern. Parents do not always recognize “minor” problems like sleep disturbances, loss of appetite, and irritability as signs of depression, but children themselves are often able to describe how they feel.
               



      


         No one is sure of the exact cause of depression in children or adults. There is some evidence for a biochemical predisposition, which may be triggered by specific experiences. Depression school-age-children are children likely to lack social and academic competence, but it is not clear whether incompetence causes depression or vice versa. The parents of depressed children are more likely to be depressed themselves, suggesting a possible genetic factor, a reflection of general stress in ill families, or the result of poor parenting practices by disturbed parents. 


MASA KECIL DEPRESI

              "Tidak ada yang suka me" adalah keluhan umum di masa kecil menengah, ketika anak-anak cenderung popularitas sadar. Tapi ketika kata-kata ini ditujukan kepada kepala sekolah oleh anak berusia 8 tahun di Florida yang teman-teman sekelasnya telah menuduhnya mencuri dari dompet guru, itu adalah sinyal bahaya. Anak itu bersumpah bahwa ia tidak akan pernah kembali ke sekolah- dan dia tidak pernah melakukannya. Dua hari kemudian, ia gantung diri oleh sabuk dari rel atas tempat tidurnya.

                   

                  Untungnya, anak-anak tertekan jarang pergi ke panjang tersebut, meskipun bunuh diri di kalangan anak muda ini terus meningkat. Bagaimana kita bisa membedakan antara periode berbahaya dari "blues" (yang kita semua pengalaman di kali) dan gangguan-yang afektif utama adalah gangguan mood? Gejala-gejala dasar dari sebuah gangguan afektif yang sama dari masa kanak-kanak sampai dewasa, namun beberapa fitur yang spesifik umur (DSM III-R, 1987).

       
         Friendlessness hanya satu tanda depresi anak. Gangguan ini juga ditandai dengan ketidakmampuan untuk bersenang-senang atau untuk berkonsentrasi, dan dengan tidak adanya reaksi emosional yang normal. anak yang mengalami depresi sering lelah, sangat aktif, atau tidak aktif. Mereka berjalan sangat sedikit, menangis banyak, sulit berkonsentrasi, tidur terlalu banyak atau terlalu sedikit, kehilangan nafsu makan, mulai melakukan buruk di sekolah, terlihat bahagia, mengeluhkan penyakit fisik, merasa sangat bersalah, menderita kecemasan pemisahan parah (yang mungkin mengambil bentuk fobia sekolah), atau sering berpikir tentang kematian atau bunuh diri. Setiap empat atau lima dari gejala-gejala ini dapat mendukung diagnosis depresi, terutama ketika mereka mewakili perubahan yang nyata dari pola yang biasa anak. Orang tua tidak selalu mengenali "kecil" masalah seperti gangguan tidur, kehilangan nafsu makan, dan mudah tersinggung sebagai tanda-tanda depresi, tetapi anak-anak sendiri sering dapat menjelaskan bagaimana mereka merasa.

        


       Tidak ada yang yakin penyebab pasti depresi pada anak-anak atau orang dewasa. Ada beberapa bukti untuk kecenderungan biokimia, yang dapat dipicu oleh pengalaman tertentu. Depresi usia sekolah-anak adalah anak-anak cenderung kurang kompetensi sosial dan akademik, tetapi tidak jelas apakah ketidakmampuan menyebabkan depresi atau sebaliknya. Orang tua dari anak yang mengalami depresi lebih mungkin mengalami depresi sendiri, menunjukkan faktor yang mungkin genetik, merupakan cerminan dari stres umum dalam keluarga yang sakit, atau hasil dari praktik orangtua miskin oleh orang tua terganggu.


DEPRESI MASA KANAK-KANAK

              "Tidak ada yang menyukai aku" adalah keluhan umum di tengah masa kanak-kanak, ketika anak-anak cenderung sadar popularitas. Tapi saat kata-kata ini ditujukan kepada kepala sekolah oleh anak berusia 8 tahun di Florida yang teman-teman sekelasnya telah menuduhnya mencuri dari dompet guru, itu adalah pertanda bahaya. Anak itu bersumpah bahwa ia tidak akan pernah kembali ke sekolah dan dia tidak pernah kembali. Dua hari kemudian, ia gantung diri menggunakan sabuk yang digantung di atas tempat tidurnya.

      Untungnya, kesedihan anak-anak jarang berkepanjangan, meskipun bunuh diri di kalangan anak muda ini terus meningkat. Bagaimana kita bisa membedakan antara periode berbahaya dari "blues" (“perasaan sedih”) (yang kita semua mengalaminya berkali-kali) dan gangguan afektif yang utama adalah gangguan mood? Gejala-gejala dasar dari sebuah gangguan afektif yang sama dari masa kanak-kanak sampai dewasa, namun beberapa ciri adalah spesifik umur (DSM III-R, 1987).

   Tidak memiliki teman hanya satu tanda depresi masa kanak-kanak. Gangguan ini juga ditandai dengan ketidakmampuan untuk bersenang-senang atau untuk berkonsentrasi, dan dengan tidak adanya reaksi emosional yang normal. anak yang mengalami depresi sering lelah, sangat aktif, atau tidak aktif. Mereka berjalan sangat sedikit, menangis banyak, sulit berkonsentrasi, tidur terlalu banyak atau terlalu sedikit, kehilangan nafsu makan, mulai melakukan hal buruk di sekolah, terlihat tidak bahagia, mengeluhkan penyakit fisik, merasa sangat bersalah, menderita beberapa kecemasan perpisahan (yang mungkin terbawa dari bentuk fobia sekolah), atau sering berpikir tentang kematian atau bunuh diri. Setiap empat atau lima dari gejala-gejala ini dapat mendukung diagnosa depresi, terutama ketika mereka mewakili perubahan yang nyata dari pola anak biasa. Orang tua tidak selalu mengenali  masalah “kecil’ seperti gangguan tidur, kehilangan nafsu makan, dan mudah tersinggung sebagai tanda-tanda depresi, tetapi anak-anak sendiri sering dapat menjelaskan bagaimana yang mereka rasakan

    Tidak ada yang yakin penyebab pasti depresi pada anak-anak atau orang dewasa. Ada beberapa bukti  kecenderungan biokimia, yang dapat dipicu oleh pengalaman-pengalaman tertentu. Depresi usia sekolah anak adalah anak-anak cenderung kurangnya sosial dan kompetensi akademik, tetapi tidak jelas apakah ketidakmampuan menyebabkan depresi atau sebaliknya. Orang tua dari anak yang mengalami depresi lebih mungkin mengalami depresi sendiri, menunjukkan faktor yang mungkin genetik, sebuah cerminan dari stres yang umum dalam keluarga yang sakit, atau hasil dari penerapan asuhan yang buruk oleh orang tua yang terganggu.






Selasa, 29 Desember 2015

Tugas 1 Pembelajaran Bahasa Inggris Berbantuan Komputer

Nama: Afifa Pusvita Sari
NPM: 10612306
Kelas: 4SA03

*Cari 1 kalimat "direct speech" dari artikel.

Answer:

“The current scientific evidence shows that when people have occupations in which they are on their feet for more than two hours a day, there seems to be a reduction in the risk of developing key chronic diseases,” said John Buckley, a professor of applied exercise science at the University of Chester in England and lead author of the published guidelines.

Source: http://www.wsj.com/articles/the-price-we-pay-for-sitting-too-much-1443462015 (Wall Street Journal)

Tugas 2 Pembelajaran Bahasa Inggris Berbantuan Komputer

Nama: Afifa Pusvita Sari

NPM: 10612306

Kelas: 4SA03


*Ubah kalimat "direct speech" dari kalimat sebelumnya menjadi kalimat "indirect speech".


Answer:

Direct speech:

“The current scientific evidence shows that when people have occupations in which they are on their feet for more than two hours a day, there seems to be a reduction in the risk of developing key chronic diseases,” said John Buckley, a professor of applied exercise science at the University of Chester in England and lead author of the published guidelines.

Indirect speech:


John Buckley, a professor of applied exercise science at the University of Chester in England and lead author of the published guidelines said that the current scientific evidence shows that when people have occupations in which they are on their feet for more than two hours a day, there seems to be a reduction in the risk of developing key chronic diseases.


Source: http://www.wsj.com/articles/the-price-we-pay-for-sitting-too-much-1443462015 (Wall Street Journal)

Tugas 3 Bahasa Inggris Berbantuan Komputer

Minggu, 31 Mei 2015

Seleksi dan Saluran Media



Pesan-pesan bisnis harus sesuai dengan situasi yang ada. Ide-ide dapat disampaikan melalui dua saluran yaitu saluran lisan dan tulisan. Pilihan mendasar  berbicara dan menulis tergantung pada tujuan dan maksud pesan audience dan karakteristik dari dua saluran komunikasi tersebut.
A. Komunikasi Lisan Salah satu kebaikan dari komunikasi lisan adalah kemampuanya memberikan umpan balik dengan segera. Saluran digunakan bila pesan yang disampaihakan sederhana, tidak diperlukan catatan permanent dan audience dapat dibuat lebih nyaman. Kelebihan yang lain yaitu sifatnya yang ekonomis. Saluran lisan dapat digunakan apabila :
 - Diperlukan umpan balik secara langsund dari penerima
- Pesan relative sederhana dan mudah dimengerti
- Tidak memerlukan catatap permanen
- Penerima dapat dikumpulkan dengan mudah dan ekonomis
- Ingin mendorong interaksi untuk pemecahan masalah dan pengambilan keputusan Komunikasi lisan mencakup antara lain percakapan antara dua orang yang tidak terencan, pembicaran lewat telepon, wawancaram pertemuan kelompok kecil, seminar, workshop, program pelatihan, pidato formal dan  prentasi penting lainnya.
B. Komunikasi Tertulis Pesan-pesan tertulis dapat disampaikan melalui berbagai macam  bentuk seperti surat, memo, dan laporan. Salah satu kebaikan dari komunikasi tertulis yaitu penulis mempunyai kesempatan untuk merencanakan dan mengendalikan pesan-pesan mereka. Saluran komunikasi tertulis tepat digunakan bila :
- Tidak diperlukan umpan balik secara langsung dari penerima - Pesan terinci dan kpmpleks
 - Memerlukan perencanaan yang seksama
- Memerlukan catatan permanen
- Penerima dalam jumlah banyak
- Penerima sulit dijangkau karena tersebar secara geografisingin meminimalkan peluang distorsi Kelebihan dari saluran komunikasi tertulis adalah adanya kesempatan  bagi para komunikator untuk merencanakan dan mengendalikan pesan. Kekurangannya adalah umpan balik secara langsung yang tidak bisa diperoleh dalam waktu cepat.

Sumber: www.academia.edu